Inilah Dampak Jika Orang Tua Tidak Cakap Mengelola Emosi Pada Anak Remaja


Inilah Dampak Jika Orang Tua Tida

Oleh: Firmansyah, S.Psi., M.MKes*

DOMPU, DOMPUPOST COM
Keterampilan atau kemampuan setiap orang tua dalam mengelola emosi, sangatlah penting untuk menjaga hubungan baik antara orang tua dengan anak.

Ketika orang tua tidak cakap atau tidak trampil dalam mengelola emosi saat berinteraksi dengan anak berdampak tidak baik bagi perkembangan mental maupun sosial anak. Terkadang tampa disadari ada orang tua yang sangat reaktif (emosional) ketika mereka berinteraksi dengan anak.

Nah, saat inilah masalah mulai timbul, karena sejatinya saat orang tua sedang berinteraksi dengan anak harus berlangsung dalam suasana yang nyaman namun harus menunjukan sikap yang bisa diteladani.

Diakui atau tidak, karena tidak sedikit persoalan yang dialami anak seperti kenakalan remaja berawal dari ketidakmampuan orang tua dalam menatakelola emosi saat berinteraksi dengan buah hatinya.

Beberapa kondisi yang sering membuat orang tua sangat emosional (tidak mampu menatakelola emosi) saat berinteraksi dengan buah hatinya diantaranya; seperti yang disampaikan, Ahli Muda Pranata Humas Bagian Prokopim Setda Dompu dan Anggota Tim Psikologi Penanganan Kedaruratan Kenakalan Anak Remaja ini.

1.Perilaku Tidak Hormat dari Anak Remaja:* Contoh: Membantah, mengabaikan nasihat, atau menunjukkan sikap kasar.

Dari sikap dan perilaku ini Orang tua merasa diabaikan dan tidak dihargai atas perannya.

2.Perilaku Berisiko.*
Contoh: Kebiasaan merokok, penggunaan narkoba, pergaulan bebas, atau aktivitas ilegal.

Orangtua merasa khawatir akan masa depan anak dan dampaknya pada keluarga.

3.Kurangnya Tanggung Jawab* Contoh: Tidak mengerjakan tugas sekolah, malas membantu pekerjaan rumah, atau tidak menepati janji.

Orangtua merasa anak tidak menghargai usaha mereka dalam memberikan dukungan.

4.Tekanan Eksternal yang Tidak Terkait Langsung dengan Anak* Contoh: Stres kerja, masalah keuangan, atau konflik dengan pasangan.

Orangtua bisa melepaskan frustrasi pada anak sebagai pelampiasan.

5.Ekspektasi yang Tidak Terpenuhi* Contoh: Anak tidak mencapai prestasi akademik atau sosial yang diharapkan.

Orangtua merasa kecewa atau malu terhadap lingkungan sosial.

6.Kurangnya Komunikasi Efektif* Contoh: Anak menutup diri atau tidak mau berbagi masalah.

Orangtua merasa diabaikan dan tidak tahu cara membantu.

7.Perbandingan dengan Anak Lain* Contoh: “Kenapa kamu nggak bisa seperti anak si A atau si B?”

Orangtua merasa anak mereka kurang “ideal” dibandingkan standar yang mereka tetapkan. (Yesha)

Berita Terkait

Top