Inilah Pemicu Seorang Anak Melakukan Bullying
Oleh : Firmansyah, S. Psi. M. Mkes
Ternyata inilah salah satu penyebab atau pemicu anak melakukan bullying. Mari kita simak pemaparan Firmansyah yang merupakan Alumni Magister Manajemen Kesehatan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Malang Tahun 2010 ini. Menurutnya penyebab bullying adalah ketika mereka kehilangan empati. Lalu apa sih empati itu tanya Firmansyah, yakni kemampuan untuk memahami, merasakan, dan berbagi perasaan serta pengalaman dengan orang lain.
Menurut Ahli Muda Pranata di Bagian Prokopim Sekretaris Daerah Pemkab Dompu ini, bahwa empati dapat terbentuk dengan membayangkan diri berada di posisi orang lain tidak dengan memandang orang lain dari sudut pandang diri sendiri.
Selain itu tambah Firmansyah, Empati juga merupakan koneksi emosional yang memungkinkan seseorang terhubung lebih dalam dengan orang lain dan membangun hubungan yang lebih bermakna.
“Saat seseorang memiliki empati yang tinggi maka tidak akan tersirat dalam hatinya untuk membuat sesuatu yang menyakitkan bagi orang lain.” ujar Firmansyah.
Karena itu lanjutnya, seseorang dengan sikap empati yang tinggi akan dapat memelihara nilai-nilai persahabatan, pertemanan dan kebersamaan. Sehingga anak-anak tidak menjadi pelaku bullying.
Dan yang penting lagi bagi orang tua kata, alumni SI Psikologi Universitas Muhamadiyah Malang Tahun 1996 yakni menanamkan nilai-nilai empati ini kepada buah hatinya.
Karena itu kata Firmansyah, Anak yang memiliki empati tinggi dia peka terhadap perasaan orang lain, peduli, dan seringkali tergerak untuk menolong bukan menyakiti atau menyiksa orang lain.
Menurut Firmansyah anak dengan empati tinggi biasanya pendengar yang baik, mampu memahami sudut pandang orang lain, dan mungkin sering dimintai nasihat.
Selain itu tambah Firmansyah, anak yang berempati tinggi juga bisa sensitif, merasa kewalahan dengan situasi sosial yang intens, dan menunjukkan perilaku prososial seperti berbagi serta suka menghibur.
Nah, agar anak atau siswa tidak menjadi pelaku bullying saran Firmansyah, sebagai guru dan juga orang tua kepada mereka harus ditanamkan nilai empati dan juga memberikan contoh cara berempati.
Demikian, kata Firmansyah semoga ada manfaatnya terutama bagi orang tua dan juga guru untuk mencegah bullying dilingkungan sosial kita. (Yesha)








