Ketua PWI Dompu Sampaikan Duka Mendalam, Hilangnya Lima Orang Jurnalis


Oplus_131072

DOMPU, DOMPUPOST. COM
Ketua PWI Kabupaten Dompu, Drs. Muhyidin mengakui ikut prihatin dan menyampaikan rasa duka yang mendalam atas hilangnya lima orang jurnalis saat meliput meletusnya gunung Krakatau.

“Ini adalay kabar duka yang berat karena sudah lebih empat 5 hari sejak rombongan itu hilang kontak masih belum ditemukan.” ujar Muhyidin, Minggu (13/09/2026).

Dan ini ingat Muhyidin, memang situasi yang wajar membuat semua terutama para wartawan untuk prihatin, bukan soal jumlah korban tambahnya tapi, resiko kerja jurnalistik di lapangan yang sering luput dari perhatian publik.

“Semoga Tim SAR segera menemukan titik bagi rekan kita yang masih hilang kontak itu.”harap pemilik Media MatitiNews ini.

Saat ini pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput letusan Gunung Krakatau kini telah memasuki hari kelima tanpa kepastian titik koordinat lokasi hilangnya para korban.

Bahkan Tim Search and Rescue (SAR) terus mengintensifkan operasi penyelamatan dengan mengerahkan sejumlah kapal laut dan helikopter untuk menyisir kawasan perairan serta udara di sekitar zona bahaya Gunung Krakatau.

Hingga saat ini, kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah belum adanya informasi pasti mengenai lokasi terakhir kelima jurnalis tersebut sebelum kehilangan kontak.Pihak berwenang mengimbau seluruh masyarakat dan kapal-kapal yang melintas di sekitar Selat Sunda untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda atau petunjuk terkait keberadaan para korban. Operasi pencarian akan terus dimaksimalkan dengan memprioritaskan keselamatan tim dan perluasan radius penyisiran.

Inilah nama Lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda lima hari lalu, Muhammad Bagus Khoirunnas (Pewarta foto Kantor Berita ANTARA)Arie Basuki (Pewarta foto Merdeka.com)Yudistiro Pranoto (Pewarta foto iNews)Firdaus Wajidi / Firman Daus (Jurnalis Anadolu Agency)Donal Husni (Jurnalis lepas / frelance.

Selain kelima jurnalis tersebut, ada tiga awak kapal yang berada dalam rombongan speedboat Arupadhatu 1 dan ikut dilaporkan hilang:

Warta (Kapten/Nahkoda kapal)Sukarman (Anak Buah Kapal/ABK)Heriyanto (Pemandu/Guide).

Rombongan ini dilaporkan hilang kontak sejak Selasa, 8 September 2026, setelah berangkat dari kawasan Pantai Carita, Pandeglang, Banten. Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan operasi penyisiran di sekitar perairan Selat Sunda. (Amon)

Berita Terkait

Top