Dibalik Mundurnya Peraih Number One Press Card PWI Nanik S Deyang Dari BGN
Oplus_131072
DOMPU, DOMPUPOST. COM
Mundurnya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang menimbulkan berbagai spekulasi luas di kalangan publik Nusantara. Kendati alasan resmi yang disampaikan adalah ingin fokus pada pengobatan jantung ke luar negeri. Hal itu juga diperkuat oleh pernyataan Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi kepada wartawan.
Namun, sebagian kalangan pengunduran diri mantan jurnalis yang pernah meraih penghargaan Number One Press Card dari PWI Pusat tahun 2014 ini, masih menjadi tanda tanya besar.
Apalagi Nanik S Deyang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang tersandung kasus korupsi anggaran MBG belum sampai dua bulan.
Pengunduran diri wanita kelahiran Mediun pada 3 Januari 1968 melalui akun Facebook Rabu (22/07/2026) membuat publik terkejut dan menimbulkan pertanyaan ada apa kepala BGN mundur?
Tapi, banyak kalangan menilai Nanik S Deyang yang juga pernah memperoleh penghargaan The Best Inspirator dari Majalah Inspirasi dan Majalah Kebaya pada tahun 2024 ini, pengunduran dirinya karena diduga mengalami beban pikiran dan stres. Bahkan informasi yang berhasil diendus media selama Nanik menjadi Kepala BGN, rumahnya kerap didatangi dan diteror banyak orang terkait dugaan titik SPPG yang belum dibuka.
Bahkan mundurnya mantan wartawan senior ini, mendapat komentar dari pengamat politik Adi Prayitno mengakui mundurnya Kepala BGN Tampa ada tanda-tanda sebelumnya seperti diunggah lewat kanal YouTube pribadinya, Rabu (22/07/2026).
Kiprah Nanik S Deyang bukan saja pernah menjadi wartawan, tapi juga ia dikenal pendiri dan pemimpin berbagai media nasional. Usai mundurnya Nanik dari BGN, beberapa jurnalis berkomentar insting Nanik sebagai seorang jurnalis sangat kuat. Nanik yang puluhan tahun berkecimpung di dunia jurnalistik paham betul peta politik di Indonesia. Dan keputusannya untuk mundur adalah jalan terbaik. Apalagi saat ini Nanik dipercaya dan memiliki otoritas untuk mengelola anggaran ratusan triliun dan itu bukan nilai yang sangat kecil di balik terjadinya Efesiansi pada anggaran lainya.
Usai Nanik mundur, kini Kepala BGN di percayakan kepada Wakil Menteri Pertanian, Sudaryano yang memang memiliki latar belakang di pertanian dan pangan. Termasuk memiliki pendidikan doktoral di IPB yang memang relevan dengan jabatan mengola program makan bergizi ini.
Namun kendati sudah mundur dari Kepala BGN, Presiden berencana tetap meminta agar Nanik sebagai Ketua Dewan Pengawas BGN yang nantinya akan dibentuk oleh Presiden.
Banyak kalangan menilai terutama dikalangan jurnalis, posisi inilah yang tepat untuk mantan wartawan ini, yakni sebagai Ketua Pengawas BGN. Kita berharap semoga di tangan Kepala BGN baru ini. Mampu membawa perubahan besar dalam pengelolaan Makanan Bergizi Gratis ini. (Redaksi)







