Sejarah Singkat Berdirinya PWI, 9 Februari 1946
Oplus_16908288
DOMPU, DOMPUPOST. COM
Persatuan Wartawan Indonesia PWI lahir pada tanggal 9 Februari 1946 di Surakarta.
Berdirinya PWI berawal dari kesepakatan para wartawan pejuang di masa revolusi kemerdekaan. Saat itu para jurnalis dari berbagai media dan daerah berkumpul dengan satu tekad: menggunakan pena dan suara untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia dan mengabarkan kebenaran ke seluruh dunia.
Pertemuan bersejarah itu menghasilkan kesepakatan pembentukan organisasi profesi wartawan pertama di Indonesia. Mr. Sumanang ditunjuk sebagai Ketua PWI pertama.
Sejak awal, PWI memiliki peran ganda. Selain sebagai wadah profesi, PWI juga menjadi corong perjuangan bangsa. Para wartawan saat itu tidak hanya meliput, tapi juga ikut turun ke medan perang, menyebarkan berita perjuangan, dan menjaga semangat kemerdekaan.
Hingga hari ini, 9 Februari diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN) dan menjadi tonggak lahirnya pers Indonesia yang merdeka, bertanggung jawab, dan berintegritas.
Adapun motto diawal berdirinya PWI, ” Kebebasan pers bukanlah tujuan akhir, melainkan alat utama rakyat dalam menjaga keutuhan dan keberlangsungan sebuah negara merdeka.”
Dan untuk memastikan profesionalisme profesi wartawan, disusunlah Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Dan juga mendorong lahirnya Dewan Pers sebagai lembaga Independen yang melindungi kebebasan pers. Menyuarakan hak-hak dan perlindungan hukum bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. (yesha)








