“Akhirnya Kupilih Mundur.” Ingin Fokus Menjadi Guru Dan Jurnalis
Oplus_131072
DOMPU, DOMPUPOST. COM
Dunia pendidikan adalah dunia yang ditaburi benih-benih proses pematangan dan pendewasaan peserta didik. Dimana didalamnya harus sarat dengan muatan nilai yang mampu mengantarkan seseorang ke pintu berkahnya Allah. Disanalah kejujuran dan ketulusan akan terjalin dengan akrab. Tentu saja bagi yang menjalani misi itu akan melahirkan output yang memadai antara nilai fisik dan nilai psikis.
“Sehingga tidak heran, kemana pendidik melangkah disana akan memetik buah keberkahan baik dihormati maupun disayangi anak didik maupun mantan anak didik.”tulis H. Mokh. Nasuhi dalam bukunya setebal 116 halaman itu.
Demikian juga dengan dunia jurnalistik. Dunia yang satu ini menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia, Kabupaten Dompu ini ada dunia yang memberi peran yang seluas-luasnya kepada mereka yang berada dibalik dunia ini untuk bebas namun bertanggung jawab terhadap karya-karyanya untuk masyarakat. Ia mengumpulkan, mengolah dan menyampaikan informasi, pendidikan, edukasi maupun hiburan kepada masyarakat secara luas. Dikatakan oleh H. Nasuhi yang menjabat di organisasi wartawan ini, menggeluti dunia yang satu ini, bagi sementara pihak menganggap dunianya terlalu kebablasan, namun bagi yang lain yang betul-betul menjalani profesi ini akan menjalani dengan penuh tanggungjawab.
“Terutama mereka yang menjalani profesi ini dengan landasan iman.” tulisnya dalam buku Akhirnya Kupilih Mundur.
Dengan berbekal iman dan profesionalisme itulah sehingga melahirkan karya jurnalistik yang mumpuni dan ditunggu oleh masyarakat.
Nah, dua alasan itulah baik dari keinginan untuk kembali ke dunia pendidikan maupun ke dunia jurnalis, tentu akan memunculkan kesimpulan bahwa pengunduran diri itu adalah subyetif semata. Bisa iya dan bisa tidak tergantung pada sudut pandang masing-masing. Namun kata H. Nasuhi, dibalik subyektifitas itu dirinya menyadari bahwa semua gerak laku kita dalam kehidupan ini ada” tangan-tangan” Allah. Sang sutradara yang telah menskeneriokan perjalan hidup ini. Dan ini terjadi juga hasil istkharah panjang yang dilakukan. Karena H. Nasuhi sadar bahwa apapun keputusan hidup ini Allah sudah tentukan sejak Ia berkehendak menciptakan saya untuk hadir ke bumi ini. (Jun/bersambung)








