Diduga Dipicu Kasus Asmara, Blokade Jalan Banggo Dompu Lumpuhkan Jalur Lintas Propinsi
DOMPU, DOMPUPOST. COM
Aksi pemblokiran jalan kembali melumpuhkan fasilitas publik di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kali ini, ruas jalan lintas provinsi yang menghubungkan Dompu dan Sumbawa lumpuh total akibat aksi blokade yang dilakukan oleh warga Desa Banggo, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, pada Minggu (20/09/2026).
Pantauan DOMPUPOST. COM Aksi penutupan jalan utama tersebut berlangsung cukup lama, dimulai sejak pukul 17.00 WITA menjelang petang dan baru berakhir setelah situasi kondusif pada pukul 22.30 WITA.Akibat penutupan sepihak ini, arus lalu lintas dari arah Barat (Sumbawa) maupun arah Timur (Dompu) tertahan sepenuhnya. Ratusan kendaraan, baik roda dua, roda empat pribadi, hingga bus-bus malam dan truk logistik terjebak dalam antrean panjang yang mengular hingga beberapa kilometer.
Sejumlah pengendara, termasuk anak-anak yang berada di dalam perjalanan, terpaksa telantar berjam-jam di jalan raya tanpa kepastian. Bahkan, di tengah kepungan macet, sebuah mobil ambulans yang membawa pasien rujukan darurat menuju Mataram sempat tertahan, sebelum akhirnya barikade dibuka sementara oleh warga demi prioritas medis. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aksi nekat warga Desa Banggo ini diduga kuat dipicu oleh persoalan asmara yang kemudian berujung pada laporan dugaan penculikan dan tindakan asusila ke pihak kepolisian.
Kecewa dengan penanganan perkara tersebut, warga memilih meluapkan protes dengan menutup badan jalan menggunakan kayu, batu, dan pagar pembatas.Kondisi tersebut sempat memicu keresahan dan kecaman luas dari para pengguna jalan yang merasa dirugikan karena hak mobilitas ekonomi mereka terganggu. Akses jalan nasional lintas provinsi ini akhirnya berhasil dibuka kembali menjelang tengah malam setelah jajaran Polres Dompu turun langsung ke lokasi. Pihak kepolisian melakukan mediasi dan komunikasi persuasif dengan warga agar bersedia membuka barikade jalan. Setelah jalan dibuka, arus lalu lintas yang sempat membeku selama lebih dari lima jam tersebut perlahan kembali normal.
“Kenapa setiap ada masalah kok jalan raya jadi sasaran luapan emosi warga.” ujar beberapa penumpang Bus Sinar Rejeki jurusan Dompu-Mataram.
Akibat tertahan Bus Sinar Rejeki tiba di Pelabuhan Tano KSB pukul 4.39 WITA. (jun)







