Jendral Polisi Hoegeng Sosok Simbol Integritas Antikorupsi Sejati


Oplus_131072

DOMPU, DOMPUPOST. COM
Bagi masyarakat Indonesia dan terutama di jajaran Bayangkara Indonesia, nama Hoegeng Imam Santoso sudah tidak asing lagi. Kapolri ke-5 di negara Indonesia ini terkenal dan melegenda sebagai polisi paling jujur dan berani di Indonesia.

Hoegeng yang lahir 14 Oktober 1921 dan wafat pada 14 Juli 2024 ini, dikenal sosok serta simbol Jenderal Polisi antikorupsi sejati.

Sikapnya yang jujur dan berani dan polisi yang dikenal pantang disuap, serta berani bertindak tegas terhadap kasus penyelundupan dan kejahatan Tampa pandang bulu inilah sehingga dijuluki simbol integritas sejati.

Perjalanan hidup mantan Kapolri ke- 5 yang dimiliki negeri ini, dikenal sederhana. Bahkan Hoegeng pernah menolak mentah-mentah rumah pribadi dan mobil yang diberikan oleh para cukong judi. Dan pernah juga secara paksa perabot rumah yang dikirimkan oleh penyuap dari rumah dinasnya dikeluarkan secara paksa. Hoegeng lebih memilih tinggal di hotel bersama keluarganya.

Selain itu mantan Kapolri ke-5 RI ini juga pernah menutup usaha yang dijalankan istrinya demi menghindari konflik kepentingan. Saat itu Hoegeng diberikan kepercayaan menjabat sebagai Kepala Jawatan Imigrasi pada tahun 1960. Karena menurut Hoegeng sangat menyadari jabatan yang disandangnya saat itu rawan akan praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Dengan tegas saat itu Hoegeng melarang istrinya, Meryati Roeslani untuk buka usaha dan meminta istrinya untuk menutup toko bunga miliknya.

Saat menjabat sebagai Kapolri, Hoegeng juga pernah membongkar Skandal Penyelundupan ratusan Mobil Mewah.

Nah, karena keberaniannya membongkar Skandal besar inilah, dimana dalam penyelidikan diduga melibatkan banyak oknum pejabat tinggi dan lingkaran kekuasaan, akhirnya Jenderal Polisi yang jujur ini dicopot lebih cepat dari jabatannya sebagai Kapolri pada tahun 1971.

Karena dedikasi dan karakter itulah sehingga Jenderal Hoegeng menjadikan teladan tertinggi bagi institusi kepolisian dan masyarakat saat ini.

Jenderal Polisi (Purn.) Hoegeng Imam Santoso memang terkenal hidup sangat sederhana dan memilih tinggal di rumah kontrakan bahkan setelah purna tugas dari jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). (*)

Berita Terkait

Top