Mengenang 30 Tahun Kepergian Udin, Seorang Jurnalis Pejuang Kebenaran


Oplus_131072

DOMPU, DOMPUPOST. COM
Bagi publik terutama kalangan pers nama Udin begitu fenomenal, Udin seorang wartawan Koran Harian Bernas yang bernama lengkap Fuad Muhamad Syafrudin ini adalah simbol idealisme seorang wartawan Indonesia.

Tiga dekade telah berlalu sejak wartawan Bernas, Udin meninggal dunia namun namanya belum hilang dari ingatan insan pers di Yogyakarta dan Indonesia.

Dan untuk mengenang 30 tahun kepergian Syafrudin, Tim Adhoc pengusulan Wartawan Fuad Muhammad Syafrudin sebagai Pahlawan Nasional menggelar rangkaian kegiatan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula PWI DIY, Jalan Gambiran 45, Yogyakarta.

Peringatan ini tidak sekedar menjadi ruang untuk mengenang sosok Udin. Momentum itu sekaligus menjadi langkah awal Tim Adhoc Udin menjalankan tugas untuk mengusulkan wartawan Bernas yang juga anggota PWI ini sebagai Pahlawan Nasional kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Selain itu agenda penting juga dalam kegiatan itu, adalah peresmian nama Aula PWI DIY menjadi Fuad Muhammad Syafrudin. Ini sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi generasi penerus mengenai perjalanan dan perjuangan Udin sebagai wartawan.

Peresmian nama Aula akan dilakukan Ketua PWI DIY, Drs. Hudono, SH. Sebelum prosesi itu, Ketua Tim Adhoc Udin, Ki Bambang Widodo akan menyampaikan laporan mengenai tugas tim.

Tidak hanya berhenti di lingkungan PWI DIY, penghormatan terhadap Udin juga akan diwujudkan melalui pemasangan tetenger di makamnya yang berada di Trirenggo, Bantul.

Bagi insan pers, Nama Udin bukan sekedar tentang mengabadikan sebuah nama. Ada ingatan mengenai profesi jurnalistik, keberanian, dan perjalanan seorang wartawan yang hidup meski puluhan tahun telah berlalu.

Namun kematian wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin, pada 1996 itu. Udin meninggal diduga setelah mengalami penganiayaan. Kasus kematian pria yang lahir 18 Februari 1964 itu masih belum menemui titik terang setelah hampir tiga dekade. (jun)

Berita Terkait

Top