Sederhana, Tidak Silau Jabatan dan Kemewahan


Oplus_16908288

DOMPU, DOMPUPOST. COM
Bagi publik di tanah air, nama Umar Wirahadikusumah sudah tidak asing lagi, pria yang dilahirkan di Situraja Sumedang, Jawa Barat, pada 10 Oktober 1924 ini, dikenal tidak silau oleh jabatan dan kemewahan. Umar menempuh perjalanan dari dunia perjuangan dan militer hingga dipercaya sebagai Wakil Presiden RI pada 1983.

Namun, sebelum menduduki jabatan sebagai Wakil Presiden suami dari Karlinah ini pernah menjabat Panglima Angkatan Darat, dan Ketua Badan Pengawas Keuangan selama satu dekade.

Tapi, ada yang beda dengan sosok pria yang satu ini, sehingga memiliki tempat tersendiri dalam ingatan banyak orang. Dimana umumnya kekuasaan sering kali membuat manusia ingin besar, tapi bagi pria yang lahir di Situraja, Sumedang, Jawa Barat ini justru dikenal yang tidak ambisius. Dimana Umar menerima jabatan sebagai amanah dan bukan sebagai panggung untuk membesarkan dirinya.

Pria yang dikarunia dua orang putri, Rina Ariani dan Nila Shanti ini memiliki motto ” Jabatan hanyalah sementara, tetapi nama baik bisa tinggal jauh lebih lama daripada kekuasaan”.

Prinsip itulah yang selalu dipegang oleh mantan Wakil Presiden RI yang wafat pada 21 Maret 2003 dan di makamkan di Taman Makan Pahlawan Kalibata ini.

Saat menjabat Badan Pemeriksa Keungan (BPKB) periode 1973-1983. Ia sangat dikenal memiliki integritas dan pengawasan. Bahkan dalam profil sejarahnya disebut sebagai seorang tokoh yang dinilai relatif bersih dari praktek KKN.

Kadang seorang pemimpin hanya mendengar laporan, tetap mantan Umar Hadikusuma ingin melihat sendiri, karena menurutnya laporan bisa saja dibuat rapi, angka bisa saja dibuat indah. Tapi kehidupan rakyat di lapangan tidak selalu sama dengan laporan yang ada di atas meja. (jun)

Berita Terkait

Top