Tuntut Pengalihan Status, PPPK PW Nakes dan Teknis Gelar Aksi


Oplus_131072

DOMPU, DOMPUPOST. COM
Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dari formasi Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Tenaga Teknis menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPRD dan Kantor Bupati Dompu, Senin (7/9/2026). Massa mendesak pemerintah agar segera mengalihkan status kepegawaian mereka menjadi PPPK Penuh Waktu demi keadilan dan kepastian kesejahteraan. Aksi yang menjadi bagian dari Gerakan Serentak Nasional ini dimulai dengan berkumpul di Masjid Raya Dompu. Massa tampil kompak mengenakan dress code hitam-putih sebagai simbol persatuan dan keseriusan perjuangan. Dalam orasinya, mereka membawa atribut bertuliskan jargon keras seperti “Penuh Waktu Harga Mati” dan “Tenaga Kesehatan dan Tenaga Teknis Bukan Budak Negara!!”.

Para demonstran menilai kebijakan pengangkatan yang ada saat ini tebang pilih dan tidak adil.

Korlap aksi, Imam Mujahidin dalam orasinya mengatakan, rencana pengalihan status PPPK Paruh Waktu tidak adil untuk kami dari Nakes dan Teknis, kenapa hanya tenaga pendidik atau guru saja yang dialihkan statusnya oleh pemerintah pusat.

Imam juga mempertanyakan alasan pemerintah yang hanya memprioritaskan pengalihan status bagi formasi guru, sementara rumpun nakes dan teknis seolah dianaktirikan. Padahal, kedua formasi tersebut memiliki beban kerja yang sama beratnya dan sama-sama melakukan pengabdian langsung kepada masyarakat.”Kami merasa dianaktirikan. Gaji kami kecil, tapi beban kerja sama besarnya. Bahkan untuk tenaga kesehatan, pelayanan kami berjalan 24 jam nonstop,” ujarnya yang disambut teriakan dari massa aksi.

Salah satu perwakilan massa aksi, Jubaidah juga mendesak Pemerintah Kabupaten Dompu dan DPRD setempat untuk segera meneruskan aspirasi ini ke pemerintah pusat agar ada kepastian regulasi terkait pengangkatan mereka menjadi aparatur sipil negara yang layak.

Jalannya unjuk rasa ini berlangsung secara tertib dan mendapat pengawalan langsung dari pihak kepolisian setempat. (yesha)

Berita Terkait

Top